Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi

Wednesday, May 11, 2011 ·

Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi

Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki kesadaran untuk mewujudkan tujuan bersama. Berpijak pada definisi tersebut telah tampak bahwa oraganisasi merupakan makluk hidup dan memiliki tujuan yang harus dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Lanjut bahwa pemahaman tersebut merupakan suatu kajian yang mendalam karena apa pun tujuan organisasi haruslah berlandaskan pada visi organisasi sehingga fungsi utama visi organisasi adalah sebagai panduan bagi pembuatan tujuan organisasi. Dan juga sebagai suatu hal yang ingin diwujudkan selama masih eksisnya sebuah organisasi.

Tidak hanya itu saja, fungsi visi organisasi juga sebagai faktor pembeda utama antara satu organisasi dengan organisasi lainnya karena dalam visi tersebut memuat suatu karakteristik utama dari suatu organisasi. Dan hal ini juga berkaitan dengan bagaimana etos kerja yang diharapkan. Logikanya adalah dalam visi organisasi memuat nilai yang diharapkan dilakukan oleh seluruh anggota organisasi sehingga akan menjadi suatu jiwa yang mendorong perilaku yang ditampilkan oleh seluruh anggota organisasi.

Lanjut bahwa dikarenakan adanya nilai yang menjadi pendorong perilaku maka etos kerja pun akan menjadi sangat tergantung pada seberapa tinggi pemahaman visi organisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila pemimpin organisasi dituntut untuk memahami visi organisasi dan mampu menularkan pada seluruh anggota organisasi. Hal ini diharapkan akan menjadi budaya organisasi atau kebiasaan alami dalam suatu organisasi. 

Apabila terjadi kegagalan dalam pemahaman visi oleh pemimpin dan seluruh anggota organisasi maka dapat berpeluang terjadinya penurunan kinerja atau bahkan konflik dalam organisasi yang menjadi cikal bakal penurunan kinerja organisasi, seperti beberapa indikatornya adalah mogok kerja, malas kerja, perputaran karyawan yang tinggi dan sebagainya. Namun yang paling parah adalah terjadi ketidaksesuaian antara visi organisasi dengan budaya organisasi. Maksudnya adalah terjadi ketimpangan budaya yang dicerminkan dalam perilaku sehari-hari dari anggota organisasi yang tidak mencerminkan visi organisasi. Dan hal ini akan berefek lanjutan pada putudnya jaringan komunikasi antara anggota organisasi.

Dan jika hal ini terus terjadi atau tanpa ada usaha untuk memperbaikinya maka organisasi tersebut dapat dipastikan tidak akan eksis alias hilang dari eksistensinya. Untuk itu bagaimana cara yang dapat ditempuh untuk mereduksi serta memperbaikinya? Yaitu pada peran pemimpin untuk mengembalikan pemahaman visi organisasi pada seluruh anggota organisasi. Dan hal ini akan ditentukan pada bagaimana pendekatan kemanusiaan pemimpin untuk menjangkau dan mempengaruhi anggotanya. 

Menurut pengalaman penulis bahwa biasanya pemimpin akan menggunakan tiga cara mempengaruhi anggotanya. Pertama yaitu menggunakan otoritasnya sebagai pemimpin. Kedua yaitu menggunakan ketrampilan serta bawaan bayangan diri dan yang ketiga yaitu mencampurkan kedua teknik tersebut. Namun yang sering dilakukan menurut pengamatan penulis adalah yang ketiga, yaitu menggunakan otoritas dan juga ketranpilan bayangan asli dirinya. Karena bagaimana pun anggota organisasi akan paham terkait ketulusan pemimpin untuk mendorong mereka berkinerja baik.

Tidak hanya itu saja, pemilihan cara ketiga juga didorong oleh pendekatan ilmu tepatnya ilmu manajemen (perilaku organisasi) bahwa apabila hanya menggunakan otoritas untuk menyebarkan pemahaman visi pada anggota organisasi maka anggota organisasi pun relatif malas atau bahkan anggap remeh pada pemimpin karena perilaku pemimpin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk mengerem efek buruk tersebut biasanya pemimpin organisasi menunjukkan bawaan dirinya dan juga ditambah dengan otoritasnya.

Dan biasanya apabila sudah menggunakan cara ketiga namun anggota organisasi pun tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik maka pemimpin akan menggunakan otoritasnya. Spesifiknya yaitu pemimpin akan terpaksa melakukan restrukturisasi anggota sehingga apabila ada yang tidak menyutuinya maka akan dicopot dari jabatannya dan diganti dengan orang lain yang memiliki kompeten dan juga kesadaran akan visi organisasi. Catatan bahwa menggunakan cara ini biasanya akan menimbulkan konflik dalam organisasi dan sifat konfliknya bukanlah yang berefek positif bagi kemajuan eksistensi organisasi melainkan pada menurunya eksistensi organisasi.

Berpijak pada ulasan sebelumnya, tampak bahwa peran pemimpin begitu besarnya terhadap pemahaman visi organisasi. Dan kadang-kadang apabila pemimpin tidak memiliki ketabahan dan ketahanan kritik maka dirinya pun dapat mengalami burnout alias stres yang timbul karena begitu besarnya tuntutan atas tugas dan tanggung jawab yang di pikulnya. Tapi apa mau dikata, karena itulah fungsi utama pemimpin. Dalam artian bahwa ketika seseorang diangkat menjadi pemimpin maka dirinya harus sadar bahwa dirinya telah diberikan suatu tanggung jawab moral yang besar untuk dituntaskan. Dan apabila setelah diangkat menjadi pemimpin lalu dalam proses perjalanan dirinya menunjukkan ketidakmampuan maka secara otomatis haruslah digantikan dengan orang lain yang benar-benar kompeten. Atau biasanya dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) disebut sebagai temukan dan dapatkan the right man in the right place on the right time apabila dari pemimpin sampai bawahan mau berkinerja unggul alias superior (superior performance). (Peter Sina-Kompasiana)

Anda sedang membaca artikel/Berita tentang Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi dan anda bisa menemukan artikel/Berita Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi ini dengan url http://www.kembanglatar.org/2011/05/seberapa-penting-pemahaman-visi.html,anda dapat menyebar luaskannya jika artikel/Berita Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi ini sangat bermanfaat bagi anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Seberapa Penting Pemahaman Visi Organisasi sebagai sumbernya.

Artikel Terkait

Foto Kegiatan

Info Kembang Latar

More Article »

Gallery Foto

More Article »

Motto Kembang Latar

Berita Umum

More Article »

Counter