Mantan Bendahara Kembang Latar, Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz

Friday, December 16, 2011 ·

Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz.

Mantan Bendahara Kembang Latar dan Sekarang Menjadi Pembina Ormas Kembang Latar


Ditunjuknya Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, membawa berkah bagi Vivi Effendy. Mantan diva dangdut ini, akhirnya melenggang ke Senayan melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW). Lantas, apa yang akan dilakukannya rentang sisa waktu pengabdiannya? 

Senyum cerah terus mengembang dari wajahnya. Sesekali perempuan paruh baya yang namanya sempat melambung di era 80-an ini melakukan cipika-cipika saat sejumlah kolega perempuannya memberinya ucapan selamat.

Tak segan-segan, dia meladeni permintaan foto bersama dari sejumlah hadirin yang datang di gedung Nusantara IV Senayan, Jakarta. Ya, Jumat (16/12), Vivi Effendy, politisi asli Betawi ini, resmi dilantik sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggantikan Djan Faridz.

Dengan balutan busana merah plus kebaya cokelat, politisi kelahiran Jakarta, 9 Maret 1964 ini, dengan lancar mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli. Ini adalah prosesi pelantikan kedua setelah sepekan sebelumnya, Kamis (8/12), dia mengucapkan sumpah jabatan sebagai anggota DPD RI.

Ia menjadi anggota DPD PAW melalui Keputusan Presiden Nomor 63/P Tahun 2011 tertanggal 24 November 2011 yang masa jabatannya terhitung sejak pengucapan sumpah/janji hingga berakhirnya sisa masa jabatan anggota DPD periode 2009-2014 yang digantikannya. Ditemui usai pelantikan, Vivi mengaku sama sekali tidak menyangka akhirnya bisa menjadi salah satu senator di Senayan.

’’Sampai sekarang saya masih belum percaya bisa duduk di sini. Ini benar-benar berkah dari Allah. Selama ini saya sudah menganggap urusan Pemilu (2009) selesai sejak hasil penghitungan disahkan KPU,’’ tukasnya sumringah. Finis di urutan kelima hasil Pemilu 2009, suara yang diperoleh Vivi di bawah Dani Anwar, AM Fatwa, Djan Farid dan Pardi.

Aktivis perempuan Betawi ini pun dipastikan gagal menikmati kursi empuk Senayan. Kuota keterwakilan DPD DKI Jakarta yang hanya mengalokasikan empat kursi, membuatnya harus menunggu lima tahun lagi jika ingin terpilih. ’’Jujur, begitu mengetahui hanya di urutan kelima, saya kecewa. Prediksinya, waktu itu saya bisa masuk empat besar. Tapi ya begitulah politik, semua bisa terjadi dan sulit diprediksi,’’ kilahnya.

Vivi mengaku mengaku cukup pede menyongsong Pemilu 2009. Pasalnya, dia telah mengantongi bekal di Pemilu sebelumnya (2004), di mana juga maju sebagai salah satu calon senator di Jakarta. ’’Saya banyak belajar dari Pemilu 2004. Tapi nyatanya, itu belum cukup. Peta politik berubah, dan rujukan hasil 2004 tak bisa digunakan,’’ paparnya. Vivi mengaku kecewa karena dengan gagalnya melenggang ke Senayan berarti dia tidak bisa mengaplikasikan sejumlah program yang telah digagasnya.

Kini, usai dipastikan menjadi salah satu wakil Jakarta di DPD, satu-satunya anggota DPD perempuan dari DKI ini, siap langsung setel kenceng. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah turun ke lapangan dan menyapa para konstituennya. Rencananya, musim reses yang dimulai 17 Desember hingga akhir tahun ini akan dijadikan kesempatan untuk bertemu sekaligus sosialisasi dengan warga ibu kota.

’’Momen ini akan benar-benar saya gunakan untuk menggali sebanyak mungkin informasi dan masalah warga Jakarta,’’ tukasnya. Dia bahkan telah mengagendakan pertemuan di 15 titik di Jakarta dalam rentang masa reses perdananya tersebut. ’’Lima belas itu secara keseluruhan, termasuk reses tanggal 4 Januari tahun depan,’’ tambahnya.

Selain itu, sebagai anggota baru, dirinya juga akan mulai membangun komunikasi dengan sejumlah stake holder di ibu kota, baik di eksekutif maupun legislatif. ’’Menjadi anggota DPD memang harus berpola pikir nasional. Tapi bukan berarti kita melupakan DKI Jakarta yang menjadi basis kinerja kita. Itu sebabnya kita harus membangun komunikasi yang positif dengan para pengambil kebijakan di sini,’’ ungkapnya.

Tercatat sebagai anggota baru, Vivi mengaku tidak canggung melangkah. Support penuh dari keluarga diakuinya sangat membantu langkahnya. Meski masih tahapan adaptasi dengan lingkungan baru, dirinya tidak banyak mengalami kesulitan dengan tugas baru yang harus diembannya. ’’Selama ini saya tidak pernah kosong kegiatan. Saya selalu berusaha update info-info dan isu terbaru soal banyak hal,’’ terangnya.

Sebagai DPD pengganti, pemilik suara merdu ini mengikuti jejak yang digantinya. Dia berada di Komite II yang mengurusi masalah sumber daya alam, lingkungan hidup, pertanian dan perikanan-kelautan. ’’Kita ikuti aja fatsun yang telah ditentukan. DPD kan bukan DPR, kewenangannya lebih terbatas. Jadi tugasnya juga tidak sebanyak DPR,’’ tukasnya. Yang jelas, sejumlah bidang yang menjadi tugasnya tersebut, sedikit demi sedikit telah dipelajarinya selama sepekan jadi anggota DPD

Anda sedang membaca artikel/Berita tentang Mantan Bendahara Kembang Latar, Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz dan anda bisa menemukan artikel/Berita Mantan Bendahara Kembang Latar, Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz ini dengan url http://www.kembanglatar.org/2012/04/mantan-bendahara-kembang-latar-vivi.html,anda dapat menyebar luaskannya jika artikel/Berita Mantan Bendahara Kembang Latar, Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz ini sangat bermanfaat bagi anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Mantan Bendahara Kembang Latar, Vivi Effendy, Menjadi Anggota DPD RI Pengganti Djan Faridz sebagai sumbernya.

Artikel Terkait

Foto Kegiatan

Info Kembang Latar

More Article »

Gallery Foto

More Article »

Motto Kembang Latar

Berita Umum

More Article »

Counter