Batas Moral Seorang Pemimpin | Seorang Pemimpin Dibentuk dari Komitmen Pada Pengabdian Pribadi Untuk Kepentingan Orang Banyak.

Wednesday, May 16, 2012 ·

Batas Moral Seorang Pemimpin
Seorang pemimpin dibentuk dari komitmen pada pengabdian pribadi untuk kepentingan orang banyak, serta menjadikan dirinya sebagai waktu dan ruang untuk berkembang buat keberhasilan total dari semua orang. Pemimpin dalam perilaku bertindak haruslah memiliki batas moral kepemimpinan yang jelas dan terarah. Sebagai pemimpin yang bijaksana, pastilah harus mampu menjadi pusat gerak yang memungkinkan semua misi kepemimpinannya berjalan ke arah tujuan yang tepat dan benar.

Dalam praktiknya batas moral pemimpin harus mampu berperan sebagai rem yang kuat buat mengendalikan nafsu dan ego diri yang liar.Seorang pemimpin wajib memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi etika dan nilai moral positif. Sebab, bila pemimpin tidak setia dengan moral dan etika kepemimpinan positif, dipastikan pemimpin akan kehilangan kredibilitas dalam proses kepemimpinannya. Batas moral terdasar dari seorang pemimpin adalah tidak bimbang dan ragu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk kemenangan dan kebahagiaan banyak orang.Seorang pemimpin berasal dari mimpi untuk memperbaharui kehidupan banyak orang ke arah yang lebih baik, dan semua itu bisa terwujud jika batas moral kepemimpinan bisa menghargai semua lapisan manusia yang mendukungnya.


Oleh karenanya, pemimpin dan pengikut harus saling mengetahui dan saling mempercayai dengan dasar moral yang kuat sebagai pengikat batin dan raga mereka dalam satu wujud misi yang jelas.Batas moral pemimpin diukur dari niat baik pemimpin untuk membahagiakan semua pengikutnya dengan menciptakan rasa merdeka yang tinggi dalam ruang tanggung jawab yang besar. Walaupun kebebasan adalah hak dasar dari setiap manusia, tapi sangatlah penting kebebasan itu dibatasi oleh moral dan etika positif sebagai tatakrama untuk saling berkomunikasi tanpa saling menyakiti. Pemimpin yang baik seharusnyalah menjadi moral positif buat semua pengikutnya dalam melakukan tindakkan yang bermanfaat.

Jadi sangat penting buat seorang pemimpin untuk tidak mempraktikkan gaya kepemimpinan yang tidak bermoral dan tidak beretika. Moral dan etika adalah dua kata yang mengandung makna sangat penting dan kuat buat menciptakan rasa bahagia dan nyaman untuk semua orang. Tantangan terhadap moral dan etika kepemimpinan selalu akan hadir untuk menguji kekuatan integritas dan kredibilitas pemimpin dalam menjalankan komitmen kepemimpinannya. Pemimpin harus bisa menolak semua gagasan dan ide yang bertentangan dengan prinsip moral. Sebab prinsip moral yang dihormati akan memberikan segala kebaikan dan nilai positif kepada semua orang, dalam upaya menjalankan praktik kepemimpinan yang berintegritas tinggi.

Pemimpin harus sadar bahwa dalam upaya menegaskan batas moral pemimpin diperlukan komitmen yang kuat antara para pemimpin, individu – individu, sistem, kultur, dan niat baik bersama dalam menjalankan kepemimpinan dengan moral dan etika yang berstandar tinggi. Batas moral pemimpin adalah awal untuk mengetahui keberhasilan seperti apa yang diinginkan hadir dalam realitas akhir. Tanpa batas moral pemimpin, ketidakpastian akan selalu hadir untuk menggoyang rasa percaya diri. Dan, bila rasa percaya diri terperangkap dalam rasa bimbang dan ragu, dipastikan pemimpin dan pengikutnya tak mampu bergerak dalam kepastian dan kejelasan arah tujuan.Perhatikanlah selalu terhadap semua kemungkinan untuk menghadirkan prinsip – prinsip moral yang wajar dan tidak berlebihan dalam mendukung keefektifitasan roda kepemimpinan. Pastikan bahwa batas moral pemimpin telah ditegaskan secara formal dalam organisasi, maupun secara informal dalam etika pergaulan organisasi. Pemimpin harus bisa memberikan kepastian terhadap batas moral kepemimpinan dalam upaya mengelola semua aspek kepemimpinan secara sempurna.

Batas moral pemimpin bukanlah benda mati yang statis, tapi merupakan sebuah proses pencarian untuk menghadirkan sebuah hasil kerja berkolaborasi tinggi antara para pemimpin dan para pengikutnya secara utuh dalam tanggung jawab bersama. Pemimpin harus yakin bahwa tanpa moral, takkan ada yang mampu dihasilkan oleh sebuah kepemimpinan untuk memberikan rasa bahagia dan nyaman buat semua orang. Batas moral pemimpin harus dapat dijadikan sebagai perilaku pemimpin bijak dalam mengisi semua aspek kepemimpinannya dengan nilai – nilai absolut positif.

Sumber : Weblog Djajendra Motivation Training Centre

Anda sedang membaca artikel/Berita tentang Batas Moral Seorang Pemimpin | Seorang Pemimpin Dibentuk dari Komitmen Pada Pengabdian Pribadi Untuk Kepentingan Orang Banyak. dan anda bisa menemukan artikel/Berita Batas Moral Seorang Pemimpin | Seorang Pemimpin Dibentuk dari Komitmen Pada Pengabdian Pribadi Untuk Kepentingan Orang Banyak. ini dengan url http://www.kembanglatar.org/2012/05/batas-moral-seorang-pemimpin-seorang.html,anda dapat menyebar luaskannya jika artikel/Berita Batas Moral Seorang Pemimpin | Seorang Pemimpin Dibentuk dari Komitmen Pada Pengabdian Pribadi Untuk Kepentingan Orang Banyak. ini sangat bermanfaat bagi anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Batas Moral Seorang Pemimpin | Seorang Pemimpin Dibentuk dari Komitmen Pada Pengabdian Pribadi Untuk Kepentingan Orang Banyak. sebagai sumbernya.

Artikel Terkait

Foto Kegiatan

Info Kembang Latar

More Article »

Gallery Foto

More Article »

Motto Kembang Latar

Berita Umum

More Article »

Counter