Paradigma Caleg | “Waspadai Caleg Pencari Kerja”

Sunday, April 21, 2013 ·

Dalam dua hari, harian Kompas menurunkan berita “Waspadai Caleg Pencari Kerja” (25/3/2013) dan “Cermati Seleksi Caleg” (26/3/2013), sebagai sinyal buat partai politik dalam merekrut dan memilih calon anggota legislatifnya (caleg).

Apalagi saat ini pola rekrutmen caleg lebih terbuka seperti dilakukan Partai Gerindra melalui pemasangan di media. Pola terbuka ini kemudian diikuti pula oleh parpol lainnya yang sebelumnya tertutup bersifat internal.

Pola rekrutmen caleg terbuka ini ternyata mendapat animo pelamar caleg dari kalangan masyarakat umum. Ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak orang berburu menjadi caleg tergiur  iming-iming fasilitas dan gaji caleg yang wow. Sehingga tak heran bila banyak orang berburu menjadi anggota legislatif lebih dilandasi oleh motif ekonomi. Seperti kata politisi dari Partai Gerindra - Permadi SH, banyak orang ingin menjadi anggota legislatif, gaji besar, pekerjaan enteng. Ini merupakan sinyal pengingat bagi parpol untuk mewaspadai menyusupnya caleg pencari kerja.


Untuk itu parpol harus selektif dalam rekrutmen calegnya. Diingatkan oleh pengamat politik Burhannudin Muhtadi, bahwa partai hendaknya tidak terjebak melihat aspek finansial caleg, justru yang lebih penting adalah melihat rekam jejak caleg tersebut. Dari penelusuran rekam jejak ini akan diketahui sejauhmana kapasitas, inteletualitas, komitmen dan integritas diri caleg tersebut, karena jangan sampai parpol kecolongan oleh caleg pencari kerja.  

Karena kita yakin kalau memang caleg tersebut memiliki modal rekam jejak yang bagus dan terukur seperti intelektualitas, komitmen dan integritas, pasti yang bersangkutan dengan sendirinya punya kapasitas kemampuan untuk membangun citra diri, popularitas dan elektabilitas dirinya di daerah pemilihannya.
Beda halnya dengan caleg yang integritas dan rekam jejaknya lebih berorientasi pada motif ekonomi, jelas yang akan lebih mengandalkan kemampuan modal finansial untuk membangun citra diri, popularitas dan elektabilitas diri di daerah pemilihannya.  

Untuk menjadi caleg memang butuh modal; modal sosial dan modal finansial. Sebagaimana hasil penelitian politisi PDI Perjuangan – Pramono Anung Wibowo, untuk bisa jadi anggota legislatif seorang caleg harus punya duit buat modal nyaleg antara Rp.600 juta hingga Rp.6 miliar. Sudah tentu kisaran besaran modal itu tergantung cakupan daerah pemilihan DPRD II, DPRD I, atau DPR RI. Paradigma ini yang harus dicoba diubah. Semoga!  

*Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen”, pelamar iklan caleg Partai Gerindra – Dapil Jawa Timur.

Anda sedang membaca artikel/Berita tentang Paradigma Caleg | “Waspadai Caleg Pencari Kerja” dan anda bisa menemukan artikel/Berita Paradigma Caleg | “Waspadai Caleg Pencari Kerja” ini dengan url http://www.kembanglatar.org/2013/04/paradigma-caleg-waspadai-caleg-pencari.html,anda dapat menyebar luaskannya jika artikel/Berita Paradigma Caleg | “Waspadai Caleg Pencari Kerja” ini sangat bermanfaat bagi anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Paradigma Caleg | “Waspadai Caleg Pencari Kerja” sebagai sumbernya.

Artikel Terkait

Foto Kegiatan

Info Kembang Latar

More Article »

Gallery Foto

More Article »

Motto Kembang Latar

Berita Umum

More Article »

Counter