Preman Berdasi versus Preman Jalanan

Tuesday, April 16, 2013 ·

Premanisme adalah sebuah aliran, aliran kekerasan. Sebuah aliran yang dianut oleh segelintir atau sekelompok orang yang ingin mencapai tujuan dengan menggunakan cara-cara kekerasan baik fisik atau non fisik yang dapat merugikan pihak lain. Siapa yang mencetuskan aliran ini tidak ada yang tahu secara pasti. Yang jelas ketika terjadi peristiwa Petrus di tahun 1984 istilah premanisme ini menjadi ngetrend sampai sekarang. 

Premanisme adalah sebuah SEBAB terjadinya sebuah PERISTIWA yang dapat menyusahkan atau merugikan atau meresahkan pihak lain, dalam hal ini masyarakat, rakyat, institusi dan lain - lain. Namun Preman adalah sebuah akibat dari sebuah peristiwa/sebab. Preman jalanan adalah sekelompok masyarakat yang terbentuk karena kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya nilai pendidikan dan nilai spritual kerohanian.


Premanisme berasal dari kata Preman yang akar katanya tidak jelas, apakah berasal dari kata Belanda, Vrijman ataukah Bahasa Inggris, freeman (orang bebas/merdeka). Menurut KBBI, preman mengandung pengertian: 1) Partikelir, swasta; 2) Bukan Tentara, sipil; 3) Kepunyaan sendiri; 4) Sebutan kepada orang jahat. Keempat pengertian bisa merujuk kepada orang atau benda seperti kendaraan/pakaian. Misalnya: 1) ada sebutan dia preman, artinya dia anggota masyarakat sipil, swasta, selain pegawai negeri, tentara dan polisi; 2) ada sebutan dia berpakaian preman, artinya dia berpakaian bukan berseragam seperti pakaian korpri, seragam polri dan loreng atau hijau tentara; 3) ada sebutan Preman Jakarta, itu bisa berarti memiliki kesan sebagai penjahat dan merugikan pihak lain (perampok, pemeras dan sebagainya). Dalam arti yang terakhir ini preman merujuk pada semua pelaku kejahatan, pencurian, pemerasan, perampokkan, koruptor, makelar kasus, dll. Rupanya arti keempat inilah yang menjadi sorotan media akhir-akhir ini.

Memberantas premanisme dan memberantas preman adalah dua hal yang berbeda. Mengapa demikian? Karena premanisme adalah penyebab terjadinya keresahan dan kejahatan yang dapat membawa kerugian bagi masyarakat pada umumnya. Sedangkan Preman adalah akibat dari sebuah proses atau peristiwa, seperti proses pembangunan yang belum merata, kurangnya nilai-nilai pendidikan rohani dan jasmani. Tindakan preman dapat merugikan tertentu baik dalam bentuk nyawa maupun harta. Makanya bisa berbeda dalam cara memberantas premanisme dengan memberantas Preman. 

Memberantas premanisme berarti kita memberantas cara berpikir, cara pandang atau paradigma seseorang yang ingin mencapai sebuah tujuan dengan menggunakan cara-cara yang tidak terpuji. Makanya premanisme bisa mengidap siapa saja, baik itu intelektual, ulama, politisi, polisi, militer dan kaum birokrat. Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme adalah domain yang dimonopoli oleh kaum-kaum ini (preman berdasi/berkolar), walaupun tidak semuanya. Artinya, masih ada sebagian besar intelektual, ulama, politisi, polisi, militer dan birokrat yang memiliki perilaku yang baik dan benar yang jauh dari pengaruh premanisme. Namun kita harus menerima bahwa premanisme seperti yang dimaksudkan diatas hidup dan berkembang dalam wilayah-wilayah ini.

Cara memberantasnya sangat mudah dan gampang : Biarkan hukum menjadi panglima di negeri ini. Semua anak bangsa harus memiliki sifat kenegarawan yang tulen, bukan kenegarawan yang abal-abal. Tegakan hukum dan keadilan. Tempat pegawai, polisi dan militer dalam koridor asas the right man on the right place. Semua anak bangsa kalau berbangsa dan bernegara berpegang teguh pada Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 semuanya akan beres. Laksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dengan demikian saya yakin premanisme akan diminimalisir. Walaupun saya beranggapan bahwa memberantas premanisme tidak semudah dengan memberantas preman.

Memberantas Preman tidak sesulit memberantas premanisme. Karena keberadaan preman hanyalah sebuah akibat bukan sebab. Jadi kita semua harus cari sebabnya. Apa penyebabnya, kok preman banyak banget ya? Apa akar masalahnya sehingga banyak banget perampokan, tukang peras, pembunuhan dan lain-lain?Pemerintah sudah memiliki jawaban yang jitu dan normatif yaitu lapangan pekerjaan. Tapi sebenarnya bukan itu jawaban yang benar. Bung Karno pernah berbicara tentang Character Building, pembangunan atau pembentukan watak. Bung Karno mau mengatakan bahwa faktor yang terpenting dalam pembangunan bangsa adalah pendidikan. Pembentukan watak dimulai dari pendidikan dalam keluarga. Kehidupan keluarga harus harmonis, harus memiliki nilai-nilai etika dan moral. Dari keluarga beranjak ke lembaga pendidikan formal, di sanalah tempat kita belajar ilmu-ilmu aplikatif dan bukan sekadar ilmu teori. Dalam diri anak didik akan terbangun sikap moral yang baik dan benar dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk bersaing. Dengan demikian seseorang dapat memperoleh pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sehingga tidak perlu mencuri, merampok, atau memalak yang lain.

Selain itu, untuk memberantas “preman berdasi” selain tegakan Undang-undang juga kembali membangun integritas diri. Banyak yang berpendidikan tetapi kelakuannya kayak preman. Mengapa? Karena pendidikan nilai tidak sempat diasimilasi dan dihidupi oleh yang bersangkutan. Jika nilai kebenaran, kebaikan, dan keadilan itu menjadi bagian dari jati diri seseorang, maka dia tidak akan menjadi gerombolan “preman berdasi” yang jumlahnya juga tidak kalah banyaknya dengan para “preman jalanan.”

Yah premanisme memang multi wajah. Preman pun beragam. Berantas preman jalanan jangan sampai lupa memberantas “preman-preman berdasi” yang bisa saja ada dalam diri saya, anda, mereka, dan kita semua.


Anda sedang membaca artikel/Berita tentang Preman Berdasi versus Preman Jalanan dan anda bisa menemukan artikel/Berita Preman Berdasi versus Preman Jalanan ini dengan url http://www.kembanglatar.org/2013/04/preman-berdasi-versus-preman-jalanan.html,anda dapat menyebar luaskannya jika artikel/Berita Preman Berdasi versus Preman Jalanan ini sangat bermanfaat bagi anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Preman Berdasi versus Preman Jalanan sebagai sumbernya.

Artikel Terkait

Foto Kegiatan

Info Kembang Latar

More Article »

Gallery Foto

More Article »

Motto Kembang Latar

Berita Umum

More Article »

Counter